Rabu, 13 November 2019

Metode Dan Prinsip Procurement Yang Harus Anda Tahu

pulpen cantik

Dalam dunia industri tentu akrab dengan yang namanya pengadaan barang. Pengadaan barang atau jasa menjadi salah satu pondasi yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan. Pengadaan barang atau kerap disebut dengan procurement adalah kegiatan untuk mendapatkan barang atau jasa dengan strategi khusus untuk mendapatkan kualitas, harga hingga ketepatan waktu melalui sebuah kontrak. Dalam prakteknya harus ada metode dan prinsip yang dijadikan acuan, berikut ulasannya.

Metode dan Prinsip Pengadaan Barang atau Jasa

1. Metode Dalam Pengadaan Barang
Umumnya dalam setiap perusahaan digunakan metode yang berbeda tergantung dari bidang industri yang dilakoni. Sementara menurut Turban dalam bukunya pada tahun 2010 disebutkan jika metode yang digunakan untuk memperoleh barang atau jasa bergantung pada barang dan dimana mereka membeli, kuantitas yang diperlukan hingga berapa jumlah dana yang terpakai dan sebagainya. 

Metode pertama yang digunakan adalah membeli dari manufaktur, pengecer atau penjual grosir dari katalog mereka dan ada negosiasi di dalamnya. Metode ini bisa dilakukan secara langsung maupun secara e-procurement dengan memanfaatkan teknologi. Kesepakatan diperlukan dalam metode ini untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Baik dari segi harga, kualitas hingga ketepatan waktu dalam memenuhi kebutuhan.

Selanjutnya metode dalam procurement adalah membeli melalui katolog dengan memeriksa katolog penjual atau membeli lewat mal mal industri. Membeli barang juga bisa dilakukan melalui katalog internal yang katalognya telah disetujui oleh perusahaan termasuk dengan kesepakatan harga.Metode juga bisa dilakukan dengan mengadakan penawaran tender yang umumnya dilakukan untuk pembelian dalam skala yang besar.

Bergabung dengan suatu kelompok sistem pembeli juga bisa metode yang dilakukan untuk pengadaan barang. Dimana dalam hal ini bisa memeriksa permintaan partisipasi dengan menciptakan jumlah besar, dan kemudian di dalam kelompok bisa menegosiasikan harga terbaik. Bisa juga melalui situs pelelangan dimana perusahaan akan menjadi bagian dengan pembeli. Metode tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan jalannya sebuah perusahaan.

2. Prinsip Pengadaan Barang
Pengadaan barang tidak hanya bisa dilakukan dengan metode khusus, namun juga harus berdasarkan prinsip pengadaan yang telah dipraktekkan secara Internasional. Prinsip Prinsip procurement adalah efektifitas, keterbukaan, transparansi, efisensi, persaingan sehat akutanbilitas dan juga tidak diskriminatif. Efektifitas berkaitan erat dengan sumber daya yang ada harus sesuai dengan barang dan jasa yang diperoleh dan memiliki manfaat yang tinggi.

Keterbukaan ini dimaksudkan bahwa dalam pengadaan barang semua penyedia jasa yang kompeten berhak untuk mendapatkan kesempatan. Sementara untuk prinsip transparansi berkaitan dengan ketentuan dan juga syarat yang harus dipenuhi oleh penyedia barang. Dengan begitu semua masyarakat bisa mengetahui jika bisa untuk mensuplai batang ke perusahaan. 

Efisiensi berhubungan dengan waktu, dengan jumlah sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan harus bisa memberikan barang dan jasa dengan jumlah ,kualitas dan waktu yang optimal. Sehingga tidak akan menghambat produksi atau jalannya perusahaan. Prinsip yang selanjutnya dalam procurement adalah, persaingan sehat antar calon penyedia barang harus berdasarkan etika dan norma yang telah berlaku. Tidak ada kecurangan maupun praktek KKN. 

Prinsip yang selanjutnya adalah akutanbilitas yang artinya dalam pelaksanaannya harus mempertanggung jawabkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku baik oleh norma,etika hingga peraturan UU yang berlaku. Tidak diskrimatif merupakan prinsip pengadaan barang yang merupakan pemberian perlakukan secara sama kepada calon penyedia barang. Tidak ada perbedaan dan tidak ada yang diistimewakan semua memiliki hak yang sama.

Dengan mengetahui prinsip serta metode yang seharusnya dilakukan dalam sebuah perusahaan tentu akan memudahkan dalam prakteknya. Pengadaan barang juga memiliki etika dan peraturan UU yang harus dipenuhi dan tidak boleh ada penyimpangan. Selain akan merugikan perusahaan juga akan melanggar hukum yang mendasarinya. Sehingga alangkah baiknya jika dipraktekkan sesuai dan tidak menyimpang.

About the Author

pulpen cantik / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.